Lukisan gua tertua di dunia bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan cara berpikir dan kehidupan manusia purba. Dari guratan sederhana di dinding batu hingga komposisi warna alami yang memukau, setiap lukisan menyimpan cerita ribuan tahun silam.
Menariknya, beberapa lukisan ini ditemukan di berbagai belahan dunia. Mulai dari Indonesia hingga Eropa dan masing-masing memiliki keunikan tersendiri dalam gaya serta makna simboliknya.
Nah, bagi yang penasaran apa saja lukisan gua tertua di dunia, maka bisa cek selengkapnya di bawah ini.
Daftar Lukisan Gua Tertua di Dunia yang Sungguh Menakjubkan

Berikut beberapa lukisan gua tertua di dunia yang bisa Anda cek:
1. Lukisan Gua Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan – Indonesia
Siapa sangka, salah satu lukisan gua tertua di dunia justru ditemukan di Indonesia. Tepatnya di Gua Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan. Lukisan ini menggambarkan babi kutil Sulawesi yang dibuat menggunakan pigmen merah alami. Berdasarkan penelitian, lukisan ini diperkirakan berusia sekitar 45.500 tahun, menjadikannya salah satu karya seni figuratif tertua yang pernah ditemukan.
Keberadaan lukisan ini memberikan bukti kuat bahwa manusia purba di Nusantara sudah memiliki kemampuan artistik dan simbolik yang tinggi. Peneliti juga percaya bahwa gambar tersebut bisa jadi merupakan bentuk komunikasi atau ritual berburu. Selain itu, lokasi gua yang terpencil membuat lukisan ini terjaga dengan baik selama puluhan ribu tahun.
2. Lukisan Gua Chauvet, Prancis
Gua Chauvet di selatan Perancis dikenal sebagai rumah bagi beberapa lukisan paling detail yang pernah ditemukan. Lukisan-lukisan ini memperlihatkan berbagai hewan seperti singa gua, kuda, badak, dan beruang dengan teknik bayangan dan perspektif yang luar biasa untuk ukuran masa Paleolitikum.
Penanggalan karbon menunjukkan usia lukisan di Gua Chauvet sekitar 30.000 hingga 32.000 tahun. Para arkeolog menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa manusia Cro-Magnon memiliki kemampuan estetika dan pemahaman anatomi hewan yang sangat maju. Gua ini bahkan diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 2014 karena nilai artistik dan ilmiahnya yang luar biasa.
3. Lukisan Gua El Castillo, Spanyol
Berpindah ke Semenanjung Iberia, Gua El Castillo di Cantabria, Spanyol, juga menjadi salah satu situs penting dalam sejarah seni prasejarah. Di dinding gua ini terdapat cap tangan dan simbol titik merah yang ditaksir berusia lebih dari 40.000 tahun.
Yang menarik, beberapa peneliti menduga lukisan ini mungkin bukan hasil karya Homo sapiens, melainkan Neanderthal, spesies manusia purba yang hidup bersamaan dengan manusia modern awal. Jika benar, maka temuan ini dapat mengubah pandangan dunia tentang kemampuan kognitif dan ekspresi seni Neanderthal yang selama ini dianggap lebih primitif.
4. Lukisan Gua Altamira, Spanyol
Masih di Spanyol, Gua Altamira juga terkenal dengan lukisan gua yang luar biasa indah. Lukisan ini menggambarkan bison, rusa, dan kuda dalam warna merah, coklat, dan hitam, menggunakan pigmen alami dari tanah dan batu. Usia lukisan di gua ini diperkirakan mencapai 36.000 tahun.
Altamira sering disebut sebagai “Sistine Chapel of Prehistoric Art” karena kualitas seninya yang sangat tinggi. Awalnya, banyak ilmuwan abad ke-19 yang meragukan keaslian lukisan ini, menganggapnya terlalu indah untuk dibuat oleh manusia prasejarah. Namun, penelitian modern membuktikan bahwa karya tersebut memang berasal dari zaman Paleolitikum dan dibuat dengan teknik canggih untuk masanya.
5. Lukisan Gua Lascaux, Perancis
Gua Lascaux di wilayah Dordogne, Perancis, ditemukan pada 1940 oleh sekelompok anak muda. Di dalamnya, mereka menemukan lebih dari 600 lukisan dan 1.500 ukiran yang menggambarkan berbagai hewan seperti banteng, kuda, dan rusa. Lukisan ini berusia sekitar 17.000 tahun dan diperkirakan digunakan untuk keperluan ritual berburu atau spiritual.
Teknik pewarnaan di Lascaux sangat mengesankan. Manusia purba menggunakan campuran pigmen mineral dan lemak hewan, bahkan menciptakan efek tiga dimensi pada beberapa lukisan. Karena kondisi lembab dan sensitif, gua asli kini ditutup untuk umum, tetapi dibuat replika yang bisa dikunjungi wisatawan demi melestarikan warisan sejarah ini.
6. Lukisan Gua Lubang Jeriji Saleh, Kalimantan Timur – Indonesia
Selain Sulawesi, Indonesia juga menyimpan keajaiban lain di Gua Lubang Jeriji Saleh, Kalimantan Timur. Lukisan di gua ini menampilkan gambar hewan mirip sapi liar dengan warna oranye kemerahan yang indah.
Berdasarkan analisis uranium-thorium, usia lukisan gua tertua di dunia ini mencapai lebih dari 40.000 tahun.
Penemuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat seni tertua di dunia, bahkan menyaingi situs-situs terkenal di Eropa. Fakta ini juga mengubah pandangan bahwa seni prasejarah hanya berkembang di Barat. Justru Asia Tenggara, khususnya Indonesia, terbukti menjadi salah satu wilayah awal berkembangnya budaya simbolik manusia.
7. Lukisan Gua Cueva de las Manos, Argentina
Cueva de las Manos, atau “Gua Tangan”, di Patagonia, Argentina, menampilkan ratusan cap tangan yang dibuat dengan cara meniupkan pigmen melalui tabung ke arah dinding. Usianya diperkirakan antara 9.000 hingga 13.000 tahun.
Meski lebih muda dibandingkan gua-gua di Eropa atau Indonesia, teknik dan estetika yang digunakan sangat memukau. Setiap cap tangan memberikan kesan personal, seolah manusia purba ingin meninggalkan identitasnya untuk dilihat oleh generasi masa depan.
Itulah beberapa lukisan gua tertua di dunia yang menjadi saksi bisu kecerdasan dan kreativitas manusia purba. Mereka tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga mengekspresikan diri melalui warna, simbol, dan bentuk.
